Saturday, November 18, 2017

Negara dengan Budaya Jujur

Sebuah negara dalam menjelaskan pemerintahnya pastilah melibatkan pegawai pemerintah dan segala kementriannya. Kemajuan suatu negara tergantung dari pengolaan suatu negara tergantung dari pengelolaan dan manajemen pegawainya. Jika pemerintahnya mempunyai sikap bijaksana, bersih, bertanggungjawab pastinya masyarakatnya juga akan merasa tenang tenang dan nyama. Tak hanya itu, perekonomian dan kestabilan politik negara pun akan tergaja. Selain itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan masyarakatnya juga akan lebih terjaga dengan baik.

Budaya jujur memang sangat sulit diterapkan, apalagi dalam konteks secara luas (negara). Sebab jujur pada diri sendiri saja rasanya tidak mudah jika tidak dibiasakan. Berikut ini adalah contoh negara yang mayoritas masyarakatnya jujur. Reader Diggest menggelar tes kejujuran bernama Lost Wallet alias dompet jatuh di beberapa negara. Menurut berita yang dilansir Huffington Post, Kamis 26 September 2013, di masing-masing kota, tim Reader Digest menjatuhkan 12 dompet yang berisi kartu nama, nomor telepon, sebuah foto keluarga dan uang setara 50 dolar. Dompet itu dijatuhkan di tempat parkir, mall atau trotoar. Lalu diamati hingga diambil orang.

Hasilnya, dari 12 dompet yang dijatuhkan di Kota Helsinki, Finlandia, hanya satu dompet yang tak kembali. "Orang Finladia jujur alamiah," kata Lasse Luomakoski, 27 tahun. Menurut pengusaha, yang salah satu penemu dompet itu Finladia kecil angka korupsinya dan jarang melanggar lampu merah. Bahkan ketika dompet dijatuhkan di Kallio, daerah buruh, dompet tetap kembali. "Tentu dompet kami kembalikan. Kejujuran adalah bagian kepribadian kami, "kata pasangan yang tinggal di Kallio.

Kota mumbai (india) mendudukki peringkat kedua dengan 9 dompet yang kembali. Lalu budapest (Hungaria) dan New York (US) di peringkat tiga dan empat dengan 8 dompet kembali. Amsterdam (Belanda) dan moskow (Rusia) ada 7 dompet dikembalikan. Ada 6 dompet yang kembali saat dijatuhkan di Berlin (Jerman) dan Ljubljana (Slovenia). Di London, Inggris dan Warsawa, Polandia, warganya mengembalikan 5 dompet yang mereka temukan. Kota Bucharest (Rumania), Zurich (Swiss) dan Rio de Janerio (Brasil) Kejujuran Mulai terkikis. Hanya 4 dompet yang kembali. Di Spanyol, hanya 2 dompet yang kembali saat dijatuhkan di Madrid.


Lalu manakah kota yang warganya paling tak jujur? Hasilnya adalah Lisbon, Portugal. Di kota ini hanya 1 dompet yang kembali. Namun, si penemu pasangan umur 60 tahunan yang mengembalikan dompet tersebut bukan warga lokal. Meraka adalah turis dari Belanda yang sedang piknik di Lisbon. Sedangkan kota yang memiliki budaya paling jujur sesuai kesimpulan survei di atas adalah negara Finlandia. Tes semcam ini ternyata mampu menguak seberapa besar budaya jujur yang ada di suatu negara. Sayang, tak ada tes dompet jatuh ini untuk di kota Indonesia.




EmoticonEmoticon